Jumat, Februari 11, 2011

PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK


Hal-hal yang perlu perhatian orang tua adalah perkembangan motorik. Perkembangan motorik adalah kemampuan anak dalam melakukan sesuatu dengan organ fisiknya: berjalan, berlari, menggerakan tangan, menggerakan jemari, memainkan mata, dst.
  Dalam perkembangan motoris, unsur-unsur yang menentukan ialah otot, saraf, dan otak. Ketiga unsur itu melaksanakan masing-masing perannya secara ” interaksi positif”, artinya unsur-unsur yang satu saling berkaitan, saling menunjang, saling melengkapi dengan unsur yang lainnya untuk mencapai kondisi motoris yanng lebih sempurna keadaannya.
Selain mengandalkan kekuatan otot, rupanya kesempurnaan otak juga turut menentukan keadaan. Anak yang keadaan otaknya mengalami gangguan tampak kurang terampil  menggerak-gerakan tubuhnya.
Perkembangan motorik pada anak dibagi menjadi 2 bagian, yaitu perkembangan motorik besar  dan perkembangan motorik tipikal.
Perkembangan motorik besar berkaitan dengan perubahan kemampuan fisik secara umum. Artinya tidak memandang usia dan jenis kelamin. Sementara yang dimaksud dengan perkembangan motorik tipikal adalah perkembangan motorik menurut perkembangan usiannya. Ada 3 tahap perkembangan motorik, yaitu :
1. Tahap Kognitif
Disebut tahap kognitif karena pada tahap ini, anak baru mencoba–coba gerakannya. Dia melihat orang lain berlari  maka ia pun mulai belajar berlari. tentu saja gerakannya masih kaku dan serba salah. Berlari sering terlalu bersemangat sehingga terjatuh. Untungnya anak–anak sangat ulet sehingga tidak menyerah saat membuat kesalahan.
2. Tahap Asosiatif
Pada tahap ini anak sudah mengalami maju. Memang anak masih coba–coba dan belajar tapi gerakannya sudah ada terekam di dalam otaknya sehingga dia tidak kaku lagi. Ibarat naik sepeda ia sudah bisa mengayuh beberapa kali tapi kemudian berhenti. Gerakannya sendiri sudah bisa, hanya belum lancar.
3. Tahap Atonomik
Apabila tahap ini sudah dicapai, maka si anak sudah tidak perlu diberitahu lagi. Dia sudah lancar. Gerakan–gerakannya sudah menjadi bagian dari tubuhnya sehingga mudah membalikkan tangan.
Banyak orang tua yang mengharapkan anak–anaknya bisa melakukan gerakan motorik tertentu, berjalan, berlari, memanjat sesuai dengan usia padahal perkembangan anak–anak tidaklah sama. Ada anak yang sudah memainkan jari diusia 2 tahun,  sementara anak lain bisa melakukannya 6 bulan kemudian. Perbedaan itu disebabkan banyak sekali faktor, antara lain kemampuan fisik, kesempatan melakukan dan melatih gerakan motorik, minat si anak sendiri dan tingkat kesehatan pada umumnya.

A.        Motorik anak-anak dibandingkan dengan motorik orang dewasa

Motorik anak-anak jauh jauh berbeda dengan motorik yang dimiliki oleh orang dewasa. Perbedaan itu dapat kita lihat dalam 3 hal, yaitu:
a.                   Cara memegang
            Ada perbedaan antara orang dewasa memegang benda atau perkakas dengan cara anak memegang perkakas. Pada orang dewasa, perkakas dipegang dengan cara             khas, agar ia dapat menggunakan secara optimal. Sedangkan anak-anak asal      memegang saja.



b.                  Cara berjalan
            Perhatikan cara orang dewasa berjalan. Mereka hanya otot-ototnya yang perlu saja. Sedangkan anak-anak berjalan seolah–olah seluruh tubuhnya ikut bergerak-gerak.
c.                   Cara menyepak
            Perhatikan anak-anak menyepak bola. Kedua tangannya mengacu kedepan dengan berlebih-lebihan.
Banyak gerakan anak yang kurang jelas tujuannya. Setelah mereka terus menerus melatih motoriknya, dikemudian hari anak akan lebih trampil menguasai otot-ototnya. Semakin bertambah pengalamannya, semakin berkurang ia melakukan gerakan yang tidak jelas tujuannya.

B.                 Ciri-ciri gerakan motoris
v  Gerak dilakukan dengan tidak sengaja, tidak ditujukan untuk maksud-maksud tertentu.
v  Gerak yang dilakukan tidak sesuai dengan mengangkat benda.
v  Gerak serta. Mari kita perhatikan anak yang bermain-main dengan botol susunya, kelihatan bahwa mulut, leher dan kepalanya turut bergerak-gerak semuanya. Gerakan-gerakan yang berlebihan merupakan ciri-ciri dari motorik yang masih  muda.

C.       Macam-macam gerakan

        a. Gerakan instinktif
Instink adalah kemampuan bertindak cepat, tidak mempergunakan pikiran, diperoleh dari alam sejak dilahirkan. Gerakan instink disebabkan oleh dorongan dari dalam diri untuk memuaskan dorongan itu. Gerak instink yang pertama kali dimiliki ialah menghisap. Ia perlu menyusu dan ia tahu caranya. Ada dorongan untuk memuaskan laparnya, instinknya menunjukkan bagaimana caranya.


      b.   Gerakan refleks
Gerakan refleks disebabkan oleh dorongan dari luar, yaitu berbentuk rangsangan. Perangsang itu menimbulkan reaksi seperti mata berkedip jika silau, batuk jika salah telan, muntah jika merasa pahit, dan sebagainya.
Reaksi-reaksi itu di golongkan menjadi 2 bagian, yaitu:
                                                              i.      Reaksi yang bersifat positif. Misalnya gerakan yang menyatakan rasa puas.
                                                            ii.      Reaksi yang bersifat negatif. Gerakan yang dilakukan untuk menolak perangsangan yang tidak menyenangkan, misalnya meludah jika merasa pahit.
       c.  Gerakan spontanitas
            Pada gerakan spontan, dorongan atau perangsangnya datang dari diri sendiri.         Awalnya dirasakan sebagai tidak bertujuan, seperi menggoyang-goyangkan kaki            yang tergantung, meremas-remas jari tangan, dan sebagainya.

D.   Beberapa macam motorik
            Gerakan-gerakan itu tidak sama asal dan rupanya. Ada gerakan yang merupakan akibat dari kemauan,  ada gerakan yang terjadi diluar kemauan dan biasanya kurang disadari karena ia berjalan dengan otomatis. Karena banyak gerakan yang dilakukan anak-anak, agar lebih mudah mengenali gerakannya, kita bagi gerakan itu dalam tiga  golongan  seperti berikut ini:
  1. Motorik statis
Gerakan tubuh sebagai upaya untuk memperopleh keseimbangan, misalnya keserasiaan gerakan tangan dan kaki pada waktu kita sedang berjalan.
  1. Motorik ketangkasan
Gerakan untuk melaksanakan tindakan yang berwujud ketangkasan dan keterampilan, misalnya gerakan melempar, menangkap, dan sebagainya.
  1. Motorik penguasaan
Gerakan untuk mengendalikan otot-otot, roman muka, dan sebagainya.


E.  Kondisi yang mempengaruhi laju perkembangan motorik anak

v  Sifat dasar genetik, termasuk bentuk tubuh dan kecerdasan mempunyai pengaruh yang menonjol terhadap laju perkembangan motorik.
v  Kondisi pralahir yang menyenangkan, khususnya gizi makanan sang ibu, lebih mendorong perkembangan motorik yang lebih cepat pada masa pasca lahir, daripada masa pralahir yang tidak menyenagkan.
v  Kelahiran yang sukar, khususnya apabila terjadi kerusakan pada otak akan memperlambat perkembangan motorik anak.
v  Adanya rangsangan, dorongan atau kesempatan untuk menggerakan semua bagian anggota tubuh akan mempercepat mengembangkan motorik anak.
v  Perlindungan yang berlebihan akan melumpuhkan kesiapan berkembangnya kemampuan motorik anak.

Urutan perkembangan matorik anak
v  Bagian kepala
Ø  ”senyum sosial” yaitu untuk menanggapi senyuman orang lain : 3 bulan
Ø  Koordinasi mata : 4 bulan
Ø  Menegakkan kepala :
dalam posisi tengkurap : 1 bulan
dalam posisi duduk : 4 bulan
v  Bagian batang tubuh
Ø  Membalik :
Dari miring ke terlentang : 2 bulan
Dari terlentang ke miring : 4 bulan
Lengkap : 6 bulan
Ø  Duduk :
Menarik dalam posisi duduk : 4 bulan
Dengan bantuan : 5 bulan
Tanpa bantuan : 9 bulan
Ø  Organ eliminasi :
Pengendalian usus : 2 tahun
Pengendalian air seni : 4 tahun
v  Tangan
Ø  Gerakan bertahan : 2 minggu
Ø  Mengisap jempol : 2 bulan
Ø  Menggenggam dan menjangkau : 4 bulan
Ø  Memegang dan menggenggam : 5 bulan
Ø  Memungut benda dengan ibu jari : 8 bulan

F.   Cara mempelajari keterampilan motorik anak

            Hal penting dalam mempelajari keterampilan motorik anak adalah:
1. Kesiapan Belajar
Apabila pembelajaran itu dikaitkan dengan kesiapan belajar, maka keterampilan yang dipelajari dengan waktu dan usaha yang sama oleh orang yang sudah siap, akan lebih unggul ketimbang oleh orang yang belum siap untuk belajar.
2. Kesempatan Belajar
Banyak anak yang tidak berkesempatan untuk mempelajari keterampilan       motorik karena hidup dalam lingkungan yang tidak menyediakan kesempatan belajar atau karena orang tua takut hal yang demikian akan melukai anaknya.
3. Kesempatan Berpraktek
Anak harus diberi waktu untuk berpraktek sebanyak yang diperlukan untuk menguasai suatu keterampilan. Meskipun demikian, kualitas praktek jauh lebih penting ketimbang kuantitasnya. Jika anak berpraktek dengan model sekali pukul hilang, maka akan berkembang kebiasaan kegiatan yang jelek dan gerakan yang tidak efisien.
4. Model yang Baik
Karena dalam mempelajari keterampilan motorik, meniru suatu model memainkan peranyang penting, maka untuk mempelajari keterampilan dengan baik anak harus dapat mencontoh model yang baik.
5. Bimbingan
Untuk dapat meniru model dengan betul, anak membutuhkan bimbingan. Bimbingan juga membantu anak membetulkan sesuatu kesalahan sebelum kesalahan tersebut terlanjur dipelajari dengan baik sehingga sulit dibetulkan kembali.
6. Motivasi
Motivasi belajar penting untuk mempertahankan minat dari ketertinggalan. Untuk mempelajari keterampilan, sumber motivasi umum adalah kepuasan pribadi yang diperoleh anak dari kegiatan tersebut, kemandirian yang diperoleh dari kelompok sebayanya, serta kompensasi dari perasaan kurang mampu dalam bidang lain khususnya dalam tugas sekolah.
7. Setiap keterampilan motorik harus dipelajari secara individu
Tidak ada hal-hal yang sifatnya umum perihal keterampilan tangan dan keterampilan kaki. Melainkan, setiap jenis keterampilan mempunyai perbedaan tertentu, sehingga setiap keterampilan harus dipelajari secara individu. Sebagai contoh, memegang sendok untuk makan akan berbeda dengan memegang crayon untuk mewarnai.
8. Keterampilan sebaiknya dipelajari satu demi satu
Dengan mencoba mempelajari berbagai macam keterampilan motorik secara serempak, khususnya apabila menggunakan kumpulan otot yang sama, akan membingungkan anak dan akan menghasilkan keterampilan yang jelek serta merupakan pemborosan waktu dan tenaga. Apabila sesuatu keterampilan sudah dikuasai, maka keterampilan lain dapat dipelajari tanpa menimbulkan kebingungan.


G.   Cara Umum Mempelajari Keterampilan Motorik
                                       
Menyajikan tiga cara yang paling umum untuk digunakan anak dalam mempelajari keterampilan motorik.
1. Belajar coba dan Ralat (Trial and Error)
Tidak adanya bimbingan dan model untuk ditiru, menyebabkan anak melakukan tindakan yang berbeda secara acak. Cara terebut biasanya menghasilkan keterampilan dibawah kemampuan anak.

2. Meniru
Belajar dengan meniru atau mengamati suatu model, (orang tua atau anak tertua) lebih cepat ketimbang belajar dengan metode coba dan ralat, tetapi dibatasi oleh kesalahan yang terdapat dalam model tersebut. Sebagai contoh, anak tidak dapat berenang dengan baik, kalau yang ditirunya adalah model perenang yang jelek. Bahkan anak tersebut tidak mungkin menjadi pengamat yang efisien walaupun modelnya baik.
3. Pelatihan
Berlajar dengan bimbingan atau supervisi, pada waktu model memperlihatkan keterampilan dan memperhatikan bahwa anak menirukannya dengan tepat, sangat penting dalam tahap awal belajar. Gerakan yang salah dan kebiasaan jelek yang sudah tertanam akan sukar ditiadakan.


Beberapa Keterampilan yang Umum Pada Masa Kanak-Kanak

Akan diuraikan sebagian dari keterampilan kaki dan tangan yang umum yang telah banyak ditelaah sampai kini. Sebagian besar keterampilan tersebut dipelajari selama tahun-tahun prasekolah. Untuk ini ada dua alasan ; pertama, masa kanak-kanak awal merupakan saat yang tepat untuk mempelajari banyak keterampilan motorik. Kedua, melakukan studi pada umur berapa anak mulaimempelajari keterampilan motorik jauh lebih sulit, karena sulitnya menyuruh anak untuk berperanserta dalam eksperimen dan sulit untuk melakukan pengamatan selama waktu yang diperlukan untuk menguasai sesuatu keterampilan.
Sebagian keterampilan motorik yang sudah banyak dikaji secara ilmiah dan ditelaah lebih luas, menghasilkan norma yang dapat digunakan dalam test untuk mengukur kecerdasan anak pada masa bayi dan beberapa tahun masa balita, yakni pada waktu dimungkinkannya menggunakan test yang menggunakan bahasa.
  1. Keterampilan Tangan (Makan sendiri, Menangkap dan melempar bola)
  2. Keterampilan kaki (Mendaki, Mengendarai sepeda roda tiga dan roda dua)
Fungsi Keterampilan Motorik

Berfungsi membantu anak untuk memperoleh kemandiriannya, sebagian lainnya berfungsi untuk mendapatkan penerimaan sosial. Sesuai dengan fungsi yang dilayaninya dalam penyesuaian sosial dan pribadi anak, keterampilan motorik dapat dibagi menjadi 4 kategori;
1.         Keterampilan bantu diri (self-help)
      Meliputi keterampilan makan, berpakaian, merawat diri dan mandi. Pada waktu     anak mencapai usia sekolah, penguasaan keterampilan tersebut harus sudah mampu membuat anak merawat diri sendiri dengan tingkat keterampilan dan kecepatan seperti orang dewasa.
2.         Keterampilan bantu sosial (social-help)
            Agar diterima disemua kalangan usia anak harus menjadi pribadi yang kooperatif,              seperti membantu pekerjaan rumah atau pekerjaan sekolah.
3.         Keterampilan bermain
           Seperti bermain bola, menggambar, melukis dan permainan yang laiinya akan        membuat anak terhibur dan menikmati pertemanan.
4.         Keterampilan sekolah
            Mampu menyesuaikan diri dengan kegiatan akademis maupun non-akademis          sekolah, yang diharapkan menunjang prestasi sekolahnya.
Sebagian Kondisi Yang Mempengaruhi Laju Perkembangan Motorik
  • Sifat dasar genetik, termasuk bentuk tubuh dan kecerdasan.
  • Dalam awal kehidupan pasca lahir tidak ada hambatan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.
  • Kondisi pralahir yang menyenangkan, khususnya gizi makanan ibu ketika hamil.
  • Kelahiran yang sukar yang menyebabkan kerusakan pada otak.
  • Kesehatan dan gizi yang baik selama awal kehidupan pasca lahir akan mempercepat perkembangan motorik.
  • Memiliki IQ yang tinggi.
  • Stimulasi, dorongan dan kesempatan untuk menggerakkan semua bagian tubuh.
  • Proteksi yang berlebihan kurang baik untuk perkembangan motorik anak.
  • Anak pertama biasanya memiliki kemampuan motorik yang lebih maksimal dibanding dengan anak yang lahir berikutnya.
  • Kelahiran sebelum waktunya.
  • Cacat fisik.
  • Perbedaan jenis kelamin, warna kulit dan tingkat sosial ekonomi mempengaruhi motivasi dan metode perkembangan motorik anak.
Bahaya Dalam Perkembangan Motorik
  • Terlambatnya perkembangan motorik, disebabakan oleh kurangnya kesempatan untuk mempelajari keterampilan motorik, perlindungan  orang tua yang berlebihanatu kurangnya motivasi anak dalam belajar. Hal ini akan mengakibatkan pada umur tertentu anak tidak dapat menguasai tugas perkembangan yang diharapkan oleh kelompok sosialnya.
  • Harapan keterampilan yang tidak realistik, mengajarkan kepada anak cara belajar yang melebihi potensi yang dimilikinya sendiri.
  • Tidak dapat mempelajari keterampilan motorik yang penting, disebabkan oleh ketidakmampuan anak untuk belajar sehingga anak akan merasa rendah diri dan tidak dapat diterima oleh sebayanya yang akan menyebabkan anak berlaku negatif, menjadi seorang pengacau atau pemberang.
  • Landasan keterampilan yang jelek, landasan keterampilan tradisional ”praktek menjadikan sempurna” tidak dapat dijadikan acuan jika yang memberikan contoh kepada anak mempunyai perangai yang tidak baik. Sehingga anak akan merasa berbeda dengan apa yang diperoleh dilingkungannya yang menjadikan dirinya merasa rendah diri.
  • Akrobatik, bertindak berlebihan karena merasa sudah menguasai keterampilan yang diajarkan kepadanya, bahkan dipuji dan berprestasi sehingga mengakibatkan anak bertindak tidak lazim atau berlebihan. Meskipun secara temporer menimbulkan perasaan lebih unggul dan kepuasan pribadi pada anak, tapi hal ini mempunyai dampak negatif seringkali menimbulkan kecelakaan yang berdampak pada fisik dan psikologis.
  • Pemakai tangan kiri, mempunyai dua bahaya potensial bagi penyesuaian sosial dan pribadi yang baik. Pertama, ketika anak menyadari bahwa dia berbeda dengan yang lain maka ia akan merasa rendah diri. Kedua, menghambat anak untuk mempelajari keterampilan yang baru, karena pengajarnya menggunakan tangan kanan sehingga anak akan mempunyai keyakinan terlebih dahulu untuk dapat mampu melakukannya sebaik yang dicontohkan.
  • Kekakuan, merupakan refleksi kurangnya rasa percaya diri.
   
Perkembangan adalah perubahan psikologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi psikis dan fisik pada diri anak, yang ditunjang oleh faktor ligkungan dan proses belajar dalam kurun waktu tertentu menuju kedewasaan.
Perkembangan motorik perlu sering distimulasi dengan tujuan untuk membantu anak mencapai tingkat perkembangan yang optimal sesuai dengan usia perkembangannya.
Perkembangan motorik halus anak dapat diamati dengan cara bermain kubus, bermain bola, menggambar diatas kertas dengan pensil warna. Sedangkan perkembangan motorik kasar menyangkut kematangan saraf dan otot-otot besar, yang mengatur gerak lengan, paha dan kaki, serta batang tubuh. Perkembangan motorik kasar bertujuan agar anak dapat bergerak (lokomosi).
Masa usia lima tahun pertama adalah masa emas bagi perkembangan motorik anak. Dimana motorik adalah semua gerakan yang mungkin dilakukan oleh tubuh. Perkembnagan motorik ini erat kaitannnya dengan perkembangan pusat motorik di otak. Keterampilan motorik berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot. Oleh karena itu, setiap gerakan yang dilakukan anak, sesederhana apapun itu, sebenarnya merupakan  hasil pola interaksi yang kompleksdari berbagai bagian dan sistem bagian dalam tubuh yang dikontrol otak. Jadi otaklah, sebagai bagian dari susunan saraf pusat yang berfungsi mengatur dan mengontrol semus aktivitis mental dan fisik.
Aktivitas anak terjadi dibawah kontrol otak. Secara berkesinambungan atau stimulan otak terus mngolah informasi yang ia terima. Bersamaan dengan itu, otak bersama dengan jaringan saraf yang membentuk sistem saraf pusat yang mencakup lima pusat kontrol, akan mendiktekan setiap gerak anak.
Dari kelima pusat kontrol, cerebral cortex atau otak besar merupakan pusat kontrol yang palin berkembang. Di dalam cerebral cortex, informasi penginderaan diterima dan diproses. Pusat kontrol saraf yang lain, basal ganglia ini merupakan kumpulan sel sarfa di dalam sistem saraf pusat. Basal ganglia ini yang menyebabkan seseorang bergerak tanpa direncanakan terlebih dahulu. Misalnya, mengayunkan tangan saat berjalan. Pusat kontrol saraf yang lain adalah cerebellum adalah sistem saraf pusat yang terdapat dibelakang-bawah otak besar. Pusat kontrol keempat adalah batang otak, yang menghubungkan otak dengan jaringan saraf. Pusat kontrol ii bertanggung jawab dalam menyeleksi informasi dan membiarkan otak bereaksi sesuai kebutuhan. Sedangkan pusat kontrol saraf terakhir adalah jaringan saraf yang merupakan jalur transmisi bagi pesan-pesan yang datang menuju otak.
 Secara umum kemampuan motorik dibagi menjadi motorik kasar dan motorik halus. Disebut motorik kasar bila gerakan yang dilakukan melibatkan sebagian besar bagian tubuh. Karena itu biasanyamemerlukan tenaga karena dilakukan oleh otot-otot yang lebih besar. Misalnya saja, gerakan berjalan, berlari dan melompat.
Disebut motorik halus, bila hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot-kecil. Karena itu, gerakan ini tidak begitu memerlukan tenaga akan tetapi membutuhkan koordinasi yang cermat. Misalnya saja gerakan mengambil sesuatu benda menggunakan ibu jari dan telunjuk tangan, menggunting dan meronce.
Dalam perkembnagannya motorik kasar berkembang lebih dulu dibanding motorik halus. Ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa amnak sudah dapat menggunakan otot-otot kakinya untuk berjalan sebelum ia mampu mengontrol tangan dan jari-jarinya untuk menggambar atau menggunting, misalnya pada usia tiga tahujn sesuai dengan perkembangannya anak umumnya sudah menguasai sebagian besar keterampilan motorik kasar. Sementara motorik halus sudah mulai berkembang. Awal perkembangan motorik halus ini dimulai dengan kegiatan yang sangat sederhana, seperti memegang pensil, sendok dan mengaduk. Sering dengan pertambahan usia, kepandaian anak akan kemampuanmotorik halusnya semakin berkembang dan maju dengan pesat






PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 5 – 6 TAHUN
Motorik Kasar
Motorik Halus
  • Menangkap bola besar dengan tangan didepan
  • Berdiri dengan satu kaki dengan waktu yang cukup lama
  • Berlari dan langsung menendang bola
  • Berjinjit dengan tangan di pinggul
  • Menyentuh jari kaki tanpa menyentuh lutut
  • Mengayuhkan kaki kedepan dan kebelakang tanpa kehilangan keseimbangan
  • Berjalan pada papan titian
  • Melempar bola dengan satu tangan lalu mampu menangkapnya kembali
  • Mengendarai sepeda
  • Melompat dengan satu kaki
  • Melompat sejauh satu meter
  • Mengikat tali sepatu
  • Memasukkan surat ke dalam amplop
  • Mengoleskan selai di atas roti
  • Memasukkan benang ke dalam jarum
  • Mencuci dan mengeringkan muka tanpa membasahi baju
  • Membentuk obyek dengan tanah liat
  • Membuka kancing dan melepas ikat pinggang
  • Memegang sendok dan garpu dengan posisi tangan yang benar
  • Menggunting kertas
  • Mengaduk cairan dengan sendok
  • Menggambar lingakaran
  • Menuang air dari teko

2 komentar:

kami akan hapus komentar bernada spam