Jumat, Februari 11, 2011

PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK


Hal-hal yang perlu perhatian orang tua adalah perkembangan motorik. Perkembangan motorik adalah kemampuan anak dalam melakukan sesuatu dengan organ fisiknya: berjalan, berlari, menggerakan tangan, menggerakan jemari, memainkan mata, dst.
  Dalam perkembangan motoris, unsur-unsur yang menentukan ialah otot, saraf, dan otak. Ketiga unsur itu melaksanakan masing-masing perannya secara ” interaksi positif”, artinya unsur-unsur yang satu saling berkaitan, saling menunjang, saling melengkapi dengan unsur yang lainnya untuk mencapai kondisi motoris yanng lebih sempurna keadaannya.
Selain mengandalkan kekuatan otot, rupanya kesempurnaan otak juga turut menentukan keadaan. Anak yang keadaan otaknya mengalami gangguan tampak kurang terampil  menggerak-gerakan tubuhnya.
Perkembangan motorik pada anak dibagi menjadi 2 bagian, yaitu perkembangan motorik besar  dan perkembangan motorik tipikal.
Perkembangan motorik besar berkaitan dengan perubahan kemampuan fisik secara umum. Artinya tidak memandang usia dan jenis kelamin. Sementara yang dimaksud dengan perkembangan motorik tipikal adalah perkembangan motorik menurut perkembangan usiannya. Ada 3 tahap perkembangan motorik, yaitu :
1. Tahap Kognitif
Disebut tahap kognitif karena pada tahap ini, anak baru mencoba–coba gerakannya. Dia melihat orang lain berlari  maka ia pun mulai belajar berlari. tentu saja gerakannya masih kaku dan serba salah. Berlari sering terlalu bersemangat sehingga terjatuh. Untungnya anak–anak sangat ulet sehingga tidak menyerah saat membuat kesalahan.
2. Tahap Asosiatif
Pada tahap ini anak sudah mengalami maju. Memang anak masih coba–coba dan belajar tapi gerakannya sudah ada terekam di dalam otaknya sehingga dia tidak kaku lagi. Ibarat naik sepeda ia sudah bisa mengayuh beberapa kali tapi kemudian berhenti. Gerakannya sendiri sudah bisa, hanya belum lancar.
3. Tahap Atonomik
Apabila tahap ini sudah dicapai, maka si anak sudah tidak perlu diberitahu lagi. Dia sudah lancar. Gerakan–gerakannya sudah menjadi bagian dari tubuhnya sehingga mudah membalikkan tangan.
Banyak orang tua yang mengharapkan anak–anaknya bisa melakukan gerakan motorik tertentu, berjalan, berlari, memanjat sesuai dengan usia padahal perkembangan anak–anak tidaklah sama. Ada anak yang sudah memainkan jari diusia 2 tahun,  sementara anak lain bisa melakukannya 6 bulan kemudian. Perbedaan itu disebabkan banyak sekali faktor, antara lain kemampuan fisik, kesempatan melakukan dan melatih gerakan motorik, minat si anak sendiri dan tingkat kesehatan pada umumnya.

A.        Motorik anak-anak dibandingkan dengan motorik orang dewasa

Motorik anak-anak jauh jauh berbeda dengan motorik yang dimiliki oleh orang dewasa. Perbedaan itu dapat kita lihat dalam 3 hal, yaitu:
a.                   Cara memegang
            Ada perbedaan antara orang dewasa memegang benda atau perkakas dengan cara anak memegang perkakas. Pada orang dewasa, perkakas dipegang dengan cara             khas, agar ia dapat menggunakan secara optimal. Sedangkan anak-anak asal      memegang saja.



b.                  Cara berjalan
            Perhatikan cara orang dewasa berjalan. Mereka hanya otot-ototnya yang perlu saja. Sedangkan anak-anak berjalan seolah–olah seluruh tubuhnya ikut bergerak-gerak.
c.                   Cara menyepak
            Perhatikan anak-anak menyepak bola. Kedua tangannya mengacu kedepan dengan berlebih-lebihan.
Banyak gerakan anak yang kurang jelas tujuannya. Setelah mereka terus menerus melatih motoriknya, dikemudian hari anak akan lebih trampil menguasai otot-ototnya. Semakin bertambah pengalamannya, semakin berkurang ia melakukan gerakan yang tidak jelas tujuannya.

B.                 Ciri-ciri gerakan motoris
v  Gerak dilakukan dengan tidak sengaja, tidak ditujukan untuk maksud-maksud tertentu.
v  Gerak yang dilakukan tidak sesuai dengan mengangkat benda.
v  Gerak serta. Mari kita perhatikan anak yang bermain-main dengan botol susunya, kelihatan bahwa mulut, leher dan kepalanya turut bergerak-gerak semuanya. Gerakan-gerakan yang berlebihan merupakan ciri-ciri dari motorik yang masih  muda.

C.       Macam-macam gerakan

        a. Gerakan instinktif
Instink adalah kemampuan bertindak cepat, tidak mempergunakan pikiran, diperoleh dari alam sejak dilahirkan. Gerakan instink disebabkan oleh dorongan dari dalam diri untuk memuaskan dorongan itu. Gerak instink yang pertama kali dimiliki ialah menghisap. Ia perlu menyusu dan ia tahu caranya. Ada dorongan untuk memuaskan laparnya, instinknya menunjukkan bagaimana caranya.


      b.   Gerakan refleks
Gerakan refleks disebabkan oleh dorongan dari luar, yaitu berbentuk rangsangan. Perangsang itu menimbulkan reaksi seperti mata berkedip jika silau, batuk jika salah telan, muntah jika merasa pahit, dan sebagainya.
Reaksi-reaksi itu di golongkan menjadi 2 bagian, yaitu:
                                                              i.      Reaksi yang bersifat positif. Misalnya gerakan yang menyatakan rasa puas.
                                                            ii.      Reaksi yang bersifat negatif. Gerakan yang dilakukan untuk menolak perangsangan yang tidak menyenangkan, misalnya meludah jika merasa pahit.
       c.  Gerakan spontanitas
            Pada gerakan spontan, dorongan atau perangsangnya datang dari diri sendiri.         Awalnya dirasakan sebagai tidak bertujuan, seperi menggoyang-goyangkan kaki            yang tergantung, meremas-remas jari tangan, dan sebagainya.

D.   Beberapa macam motorik
            Gerakan-gerakan itu tidak sama asal dan rupanya. Ada gerakan yang merupakan akibat dari kemauan,  ada gerakan yang terjadi diluar kemauan dan biasanya kurang disadari karena ia berjalan dengan otomatis. Karena banyak gerakan yang dilakukan anak-anak, agar lebih mudah mengenali gerakannya, kita bagi gerakan itu dalam tiga  golongan  seperti berikut ini:
  1. Motorik statis
Gerakan tubuh sebagai upaya untuk memperopleh keseimbangan, misalnya keserasiaan gerakan tangan dan kaki pada waktu kita sedang berjalan.
  1. Motorik ketangkasan
Gerakan untuk melaksanakan tindakan yang berwujud ketangkasan dan keterampilan, misalnya gerakan melempar, menangkap, dan sebagainya.
  1. Motorik penguasaan
Gerakan untuk mengendalikan otot-otot, roman muka, dan sebagainya.


E.  Kondisi yang mempengaruhi laju perkembangan motorik anak

v  Sifat dasar genetik, termasuk bentuk tubuh dan kecerdasan mempunyai pengaruh yang menonjol terhadap laju perkembangan motorik.
v  Kondisi pralahir yang menyenangkan, khususnya gizi makanan sang ibu, lebih mendorong perkembangan motorik yang lebih cepat pada masa pasca lahir, daripada masa pralahir yang tidak menyenagkan.
v  Kelahiran yang sukar, khususnya apabila terjadi kerusakan pada otak akan memperlambat perkembangan motorik anak.
v  Adanya rangsangan, dorongan atau kesempatan untuk menggerakan semua bagian anggota tubuh akan mempercepat mengembangkan motorik anak.
v  Perlindungan yang berlebihan akan melumpuhkan kesiapan berkembangnya kemampuan motorik anak.

Urutan perkembangan matorik anak
v  Bagian kepala
Ø  ”senyum sosial” yaitu untuk menanggapi senyuman orang lain : 3 bulan
Ø  Koordinasi mata : 4 bulan
Ø  Menegakkan kepala :
dalam posisi tengkurap : 1 bulan
dalam posisi duduk : 4 bulan
v  Bagian batang tubuh
Ø  Membalik :
Dari miring ke terlentang : 2 bulan
Dari terlentang ke miring : 4 bulan
Lengkap : 6 bulan
Ø  Duduk :
Menarik dalam posisi duduk : 4 bulan
Dengan bantuan : 5 bulan
Tanpa bantuan : 9 bulan
Ø  Organ eliminasi :
Pengendalian usus : 2 tahun
Pengendalian air seni : 4 tahun
v  Tangan
Ø  Gerakan bertahan : 2 minggu
Ø  Mengisap jempol : 2 bulan
Ø  Menggenggam dan menjangkau : 4 bulan
Ø  Memegang dan menggenggam : 5 bulan
Ø  Memungut benda dengan ibu jari : 8 bulan

F.   Cara mempelajari keterampilan motorik anak

            Hal penting dalam mempelajari keterampilan motorik anak adalah:
1. Kesiapan Belajar
Apabila pembelajaran itu dikaitkan dengan kesiapan belajar, maka keterampilan yang dipelajari dengan waktu dan usaha yang sama oleh orang yang sudah siap, akan lebih unggul ketimbang oleh orang yang belum siap untuk belajar.
2. Kesempatan Belajar
Banyak anak yang tidak berkesempatan untuk mempelajari keterampilan       motorik karena hidup dalam lingkungan yang tidak menyediakan kesempatan belajar atau karena orang tua takut hal yang demikian akan melukai anaknya.
3. Kesempatan Berpraktek
Anak harus diberi waktu untuk berpraktek sebanyak yang diperlukan untuk menguasai suatu keterampilan. Meskipun demikian, kualitas praktek jauh lebih penting ketimbang kuantitasnya. Jika anak berpraktek dengan model sekali pukul hilang, maka akan berkembang kebiasaan kegiatan yang jelek dan gerakan yang tidak efisien.
4. Model yang Baik
Karena dalam mempelajari keterampilan motorik, meniru suatu model memainkan peranyang penting, maka untuk mempelajari keterampilan dengan baik anak harus dapat mencontoh model yang baik.
5. Bimbingan
Untuk dapat meniru model dengan betul, anak membutuhkan bimbingan. Bimbingan juga membantu anak membetulkan sesuatu kesalahan sebelum kesalahan tersebut terlanjur dipelajari dengan baik sehingga sulit dibetulkan kembali.
6. Motivasi
Motivasi belajar penting untuk mempertahankan minat dari ketertinggalan. Untuk mempelajari keterampilan, sumber motivasi umum adalah kepuasan pribadi yang diperoleh anak dari kegiatan tersebut, kemandirian yang diperoleh dari kelompok sebayanya, serta kompensasi dari perasaan kurang mampu dalam bidang lain khususnya dalam tugas sekolah.
7. Setiap keterampilan motorik harus dipelajari secara individu
Tidak ada hal-hal yang sifatnya umum perihal keterampilan tangan dan keterampilan kaki. Melainkan, setiap jenis keterampilan mempunyai perbedaan tertentu, sehingga setiap keterampilan harus dipelajari secara individu. Sebagai contoh, memegang sendok untuk makan akan berbeda dengan memegang crayon untuk mewarnai.
8. Keterampilan sebaiknya dipelajari satu demi satu
Dengan mencoba mempelajari berbagai macam keterampilan motorik secara serempak, khususnya apabila menggunakan kumpulan otot yang sama, akan membingungkan anak dan akan menghasilkan keterampilan yang jelek serta merupakan pemborosan waktu dan tenaga. Apabila sesuatu keterampilan sudah dikuasai, maka keterampilan lain dapat dipelajari tanpa menimbulkan kebingungan.


G.   Cara Umum Mempelajari Keterampilan Motorik
                                       
Menyajikan tiga cara yang paling umum untuk digunakan anak dalam mempelajari keterampilan motorik.
1. Belajar coba dan Ralat (Trial and Error)
Tidak adanya bimbingan dan model untuk ditiru, menyebabkan anak melakukan tindakan yang berbeda secara acak. Cara terebut biasanya menghasilkan keterampilan dibawah kemampuan anak.

2. Meniru
Belajar dengan meniru atau mengamati suatu model, (orang tua atau anak tertua) lebih cepat ketimbang belajar dengan metode coba dan ralat, tetapi dibatasi oleh kesalahan yang terdapat dalam model tersebut. Sebagai contoh, anak tidak dapat berenang dengan baik, kalau yang ditirunya adalah model perenang yang jelek. Bahkan anak tersebut tidak mungkin menjadi pengamat yang efisien walaupun modelnya baik.
3. Pelatihan
Berlajar dengan bimbingan atau supervisi, pada waktu model memperlihatkan keterampilan dan memperhatikan bahwa anak menirukannya dengan tepat, sangat penting dalam tahap awal belajar. Gerakan yang salah dan kebiasaan jelek yang sudah tertanam akan sukar ditiadakan.


Beberapa Keterampilan yang Umum Pada Masa Kanak-Kanak

Akan diuraikan sebagian dari keterampilan kaki dan tangan yang umum yang telah banyak ditelaah sampai kini. Sebagian besar keterampilan tersebut dipelajari selama tahun-tahun prasekolah. Untuk ini ada dua alasan ; pertama, masa kanak-kanak awal merupakan saat yang tepat untuk mempelajari banyak keterampilan motorik. Kedua, melakukan studi pada umur berapa anak mulaimempelajari keterampilan motorik jauh lebih sulit, karena sulitnya menyuruh anak untuk berperanserta dalam eksperimen dan sulit untuk melakukan pengamatan selama waktu yang diperlukan untuk menguasai sesuatu keterampilan.
Sebagian keterampilan motorik yang sudah banyak dikaji secara ilmiah dan ditelaah lebih luas, menghasilkan norma yang dapat digunakan dalam test untuk mengukur kecerdasan anak pada masa bayi dan beberapa tahun masa balita, yakni pada waktu dimungkinkannya menggunakan test yang menggunakan bahasa.
  1. Keterampilan Tangan (Makan sendiri, Menangkap dan melempar bola)
  2. Keterampilan kaki (Mendaki, Mengendarai sepeda roda tiga dan roda dua)
Fungsi Keterampilan Motorik

Berfungsi membantu anak untuk memperoleh kemandiriannya, sebagian lainnya berfungsi untuk mendapatkan penerimaan sosial. Sesuai dengan fungsi yang dilayaninya dalam penyesuaian sosial dan pribadi anak, keterampilan motorik dapat dibagi menjadi 4 kategori;
1.         Keterampilan bantu diri (self-help)
      Meliputi keterampilan makan, berpakaian, merawat diri dan mandi. Pada waktu     anak mencapai usia sekolah, penguasaan keterampilan tersebut harus sudah mampu membuat anak merawat diri sendiri dengan tingkat keterampilan dan kecepatan seperti orang dewasa.
2.         Keterampilan bantu sosial (social-help)
            Agar diterima disemua kalangan usia anak harus menjadi pribadi yang kooperatif,              seperti membantu pekerjaan rumah atau pekerjaan sekolah.
3.         Keterampilan bermain
           Seperti bermain bola, menggambar, melukis dan permainan yang laiinya akan        membuat anak terhibur dan menikmati pertemanan.
4.         Keterampilan sekolah
            Mampu menyesuaikan diri dengan kegiatan akademis maupun non-akademis          sekolah, yang diharapkan menunjang prestasi sekolahnya.
Sebagian Kondisi Yang Mempengaruhi Laju Perkembangan Motorik
  • Sifat dasar genetik, termasuk bentuk tubuh dan kecerdasan.
  • Dalam awal kehidupan pasca lahir tidak ada hambatan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.
  • Kondisi pralahir yang menyenangkan, khususnya gizi makanan ibu ketika hamil.
  • Kelahiran yang sukar yang menyebabkan kerusakan pada otak.
  • Kesehatan dan gizi yang baik selama awal kehidupan pasca lahir akan mempercepat perkembangan motorik.
  • Memiliki IQ yang tinggi.
  • Stimulasi, dorongan dan kesempatan untuk menggerakkan semua bagian tubuh.
  • Proteksi yang berlebihan kurang baik untuk perkembangan motorik anak.
  • Anak pertama biasanya memiliki kemampuan motorik yang lebih maksimal dibanding dengan anak yang lahir berikutnya.
  • Kelahiran sebelum waktunya.
  • Cacat fisik.
  • Perbedaan jenis kelamin, warna kulit dan tingkat sosial ekonomi mempengaruhi motivasi dan metode perkembangan motorik anak.
Bahaya Dalam Perkembangan Motorik
  • Terlambatnya perkembangan motorik, disebabakan oleh kurangnya kesempatan untuk mempelajari keterampilan motorik, perlindungan  orang tua yang berlebihanatu kurangnya motivasi anak dalam belajar. Hal ini akan mengakibatkan pada umur tertentu anak tidak dapat menguasai tugas perkembangan yang diharapkan oleh kelompok sosialnya.
  • Harapan keterampilan yang tidak realistik, mengajarkan kepada anak cara belajar yang melebihi potensi yang dimilikinya sendiri.
  • Tidak dapat mempelajari keterampilan motorik yang penting, disebabkan oleh ketidakmampuan anak untuk belajar sehingga anak akan merasa rendah diri dan tidak dapat diterima oleh sebayanya yang akan menyebabkan anak berlaku negatif, menjadi seorang pengacau atau pemberang.
  • Landasan keterampilan yang jelek, landasan keterampilan tradisional ”praktek menjadikan sempurna” tidak dapat dijadikan acuan jika yang memberikan contoh kepada anak mempunyai perangai yang tidak baik. Sehingga anak akan merasa berbeda dengan apa yang diperoleh dilingkungannya yang menjadikan dirinya merasa rendah diri.
  • Akrobatik, bertindak berlebihan karena merasa sudah menguasai keterampilan yang diajarkan kepadanya, bahkan dipuji dan berprestasi sehingga mengakibatkan anak bertindak tidak lazim atau berlebihan. Meskipun secara temporer menimbulkan perasaan lebih unggul dan kepuasan pribadi pada anak, tapi hal ini mempunyai dampak negatif seringkali menimbulkan kecelakaan yang berdampak pada fisik dan psikologis.
  • Pemakai tangan kiri, mempunyai dua bahaya potensial bagi penyesuaian sosial dan pribadi yang baik. Pertama, ketika anak menyadari bahwa dia berbeda dengan yang lain maka ia akan merasa rendah diri. Kedua, menghambat anak untuk mempelajari keterampilan yang baru, karena pengajarnya menggunakan tangan kanan sehingga anak akan mempunyai keyakinan terlebih dahulu untuk dapat mampu melakukannya sebaik yang dicontohkan.
  • Kekakuan, merupakan refleksi kurangnya rasa percaya diri.
   
Perkembangan adalah perubahan psikologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi psikis dan fisik pada diri anak, yang ditunjang oleh faktor ligkungan dan proses belajar dalam kurun waktu tertentu menuju kedewasaan.
Perkembangan motorik perlu sering distimulasi dengan tujuan untuk membantu anak mencapai tingkat perkembangan yang optimal sesuai dengan usia perkembangannya.
Perkembangan motorik halus anak dapat diamati dengan cara bermain kubus, bermain bola, menggambar diatas kertas dengan pensil warna. Sedangkan perkembangan motorik kasar menyangkut kematangan saraf dan otot-otot besar, yang mengatur gerak lengan, paha dan kaki, serta batang tubuh. Perkembangan motorik kasar bertujuan agar anak dapat bergerak (lokomosi).
Masa usia lima tahun pertama adalah masa emas bagi perkembangan motorik anak. Dimana motorik adalah semua gerakan yang mungkin dilakukan oleh tubuh. Perkembnagan motorik ini erat kaitannnya dengan perkembangan pusat motorik di otak. Keterampilan motorik berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot. Oleh karena itu, setiap gerakan yang dilakukan anak, sesederhana apapun itu, sebenarnya merupakan  hasil pola interaksi yang kompleksdari berbagai bagian dan sistem bagian dalam tubuh yang dikontrol otak. Jadi otaklah, sebagai bagian dari susunan saraf pusat yang berfungsi mengatur dan mengontrol semus aktivitis mental dan fisik.
Aktivitas anak terjadi dibawah kontrol otak. Secara berkesinambungan atau stimulan otak terus mngolah informasi yang ia terima. Bersamaan dengan itu, otak bersama dengan jaringan saraf yang membentuk sistem saraf pusat yang mencakup lima pusat kontrol, akan mendiktekan setiap gerak anak.
Dari kelima pusat kontrol, cerebral cortex atau otak besar merupakan pusat kontrol yang palin berkembang. Di dalam cerebral cortex, informasi penginderaan diterima dan diproses. Pusat kontrol saraf yang lain, basal ganglia ini merupakan kumpulan sel sarfa di dalam sistem saraf pusat. Basal ganglia ini yang menyebabkan seseorang bergerak tanpa direncanakan terlebih dahulu. Misalnya, mengayunkan tangan saat berjalan. Pusat kontrol saraf yang lain adalah cerebellum adalah sistem saraf pusat yang terdapat dibelakang-bawah otak besar. Pusat kontrol keempat adalah batang otak, yang menghubungkan otak dengan jaringan saraf. Pusat kontrol ii bertanggung jawab dalam menyeleksi informasi dan membiarkan otak bereaksi sesuai kebutuhan. Sedangkan pusat kontrol saraf terakhir adalah jaringan saraf yang merupakan jalur transmisi bagi pesan-pesan yang datang menuju otak.
 Secara umum kemampuan motorik dibagi menjadi motorik kasar dan motorik halus. Disebut motorik kasar bila gerakan yang dilakukan melibatkan sebagian besar bagian tubuh. Karena itu biasanyamemerlukan tenaga karena dilakukan oleh otot-otot yang lebih besar. Misalnya saja, gerakan berjalan, berlari dan melompat.
Disebut motorik halus, bila hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot-kecil. Karena itu, gerakan ini tidak begitu memerlukan tenaga akan tetapi membutuhkan koordinasi yang cermat. Misalnya saja gerakan mengambil sesuatu benda menggunakan ibu jari dan telunjuk tangan, menggunting dan meronce.
Dalam perkembnagannya motorik kasar berkembang lebih dulu dibanding motorik halus. Ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa amnak sudah dapat menggunakan otot-otot kakinya untuk berjalan sebelum ia mampu mengontrol tangan dan jari-jarinya untuk menggambar atau menggunting, misalnya pada usia tiga tahujn sesuai dengan perkembangannya anak umumnya sudah menguasai sebagian besar keterampilan motorik kasar. Sementara motorik halus sudah mulai berkembang. Awal perkembangan motorik halus ini dimulai dengan kegiatan yang sangat sederhana, seperti memegang pensil, sendok dan mengaduk. Sering dengan pertambahan usia, kepandaian anak akan kemampuanmotorik halusnya semakin berkembang dan maju dengan pesat






PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 5 – 6 TAHUN
Motorik Kasar
Motorik Halus
  • Menangkap bola besar dengan tangan didepan
  • Berdiri dengan satu kaki dengan waktu yang cukup lama
  • Berlari dan langsung menendang bola
  • Berjinjit dengan tangan di pinggul
  • Menyentuh jari kaki tanpa menyentuh lutut
  • Mengayuhkan kaki kedepan dan kebelakang tanpa kehilangan keseimbangan
  • Berjalan pada papan titian
  • Melempar bola dengan satu tangan lalu mampu menangkapnya kembali
  • Mengendarai sepeda
  • Melompat dengan satu kaki
  • Melompat sejauh satu meter
  • Mengikat tali sepatu
  • Memasukkan surat ke dalam amplop
  • Mengoleskan selai di atas roti
  • Memasukkan benang ke dalam jarum
  • Mencuci dan mengeringkan muka tanpa membasahi baju
  • Membentuk obyek dengan tanah liat
  • Membuka kancing dan melepas ikat pinggang
  • Memegang sendok dan garpu dengan posisi tangan yang benar
  • Menggunting kertas
  • Mengaduk cairan dengan sendok
  • Menggambar lingakaran
  • Menuang air dari teko

9 KESALAHAN MERAWAT BAYI & MENGHINDARINYA


Walaupun orang tua sudah berusaha merawat bayinya sebaik mungkin dan sarat dengan teori-teori yang dibaca dari buku-buku mengenai cara merawat bayi/anak, ibu dan ayah yang baru memiliki bayi masih sering melakukan klahan. Mulai dari bayi yang tidak berhenti menangis sampai harus ke ruang gawat darurat sebuah rumah sakit. Berikut klahan yang kerap dilakukan dan cara mengatasinya.

1.     Menengok bayi yang baru lahir
Bayi berusia di bawah enam bulan memerlukan waktu untuk membentuk sistem ketahanan tubuh yang kuat. Oleh sebab itu, Anda tidak boleh sungkan-sungkan meminta teman dan kerabat yang datang untuk mencuci tangan sebelum memegang bayi Anda dan minta kepada mereka untuk tidak berada terlalu dekat dengan bayi, terutama bila mereka sedang batuk atau flu.
Selain itu, hindari keramaian. Bila harus membawa si kecil keluar rumah, gendong anak dan hadapkan mukanya ke wajah Anda untuk menghindari orang yang tak dikenal berada dekat-dekat dengannya,

2.     Pakaian
Bayi yang baru lahir sangat mudah kepanasan. Jadi, sebaiknya pakaikan baju yang tidak terlalu tertutup. Kenakan baju bayi sesuai cuaca sehingga dia tidak merasa terlalu kepanasan atau terlalu kedinginan.

3.     Kunci sebagai pengganti mainan
Membiarkan anak Anda bermain dengan kunci sebagai pengganti mainan akan berisiko kunci tersebut dimasukkan ke dalam mulutnya. Bila gigi si kecil mulai tumbuh, simpan kunci-kunci karena kunci biasanya mengandung timah. Walaupun kadarnya rendah, tetap merupakan salah satu faktor penyebab penurunan IQ. Kadar timah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan otak.



4.     Tidur tengkurap
Penelitian menunjukkan, bayi yang tidur tengkurap di atas selimut yang lembut berisiko 21 kali lipat terserang SIDS (sudden infant death syndrome/sindroma kematian bayi mendadak) dibanding bayi yang tidur telentang di atas selimut yang tak terlalu lembut atau mudah bergeser.

5.     Kekurangan cairan pada bayi yang tidak rewel
Ada bayi yang tenang dan tidak rewel dan orang tua mengira bayinya tidak lapar. Hal ini ternyata keliru. Beri makanan pada bayi secara teratur dan perhatikan apakah ia sudah cukup makan atau belum. Tanda-tanda seorang bayi cukup makan adalah bila bayi mengompol paling tidak 6 kali dalam sehari pada usia satu minggu pertama sesudah kelahirannya. Bila Anda tidak melihat tanda-tanda ini, konsultasikan ke dokter.

6.     Antibiotik
Banyak orang tua yang meminta dokter untuk memberikan antibiotik pada buah hatinya yang sedang sakit. Antibiotik tidak baik untuk penyakit yang disebabkan oleh virus yang umum seperti flu, muntah-muntah, diare, dan sakit tenggorokan (kecuali bila infeksi yang disebabkan oleh bakteri streptokokus). Selain itu, kebiasaan mengonsumsi antibiotik menyebabkan bayi menjadi kebal dan pada saat yang diperlukan antibiotik menjadi tidak berfungsi.

7.     Dosis tepat
Beri obat pada si kecil sesuai dengan dosis yang disarankan. Dosis untuk bayi dan pada anak yang usianya lebih tua tidaklah sama. Untuk menghindari pemberian dosis yang berlebihan, ikuti saran yang diberikan dokter.

8.     Benda – benda berbahaya
"Suatu hari saya menemukan kapur barus di dalam hidung anak saya", cerita seorang ibu yang mempunyai balita berusia 1,5 tahun. Begitu si kecil dapat merangkak, periksa seluruh sudut rumah Anda, perhatikan hal-hal yang berbahaya yang dapat dijangkau oleh anak Anda. Pindahkan stop kontak yang berada di bawah, singkirkan vas, pajangan-pajangan lain yang terbuat dari pecah-belah, ujung furnitur yang runcing, dan simpan obat-obatan dari tempat yang terjangkau oleh anak.

9.     Anggapan bahwa alami berarti aman
Jangan menganggap bahwa produk alami aman bagi bayi sampai Anda mendapatkan kepastiannya dari dokter Anda. Hal yang sama berlaku bagi obat-obatan yang dapat Anda temukan di internet. Cetak informasi tersebut dan konsultasikan pada dokter anak Anda.




TIPS PENTING..!!!

v Kotoran bayi
Anda tidak perlu khawatir. Kadang kotoran bayi anda tampak aneh. Ada bayi yang kotorannya tidak keras, ada pula yang agak keras.

v Menggendong bayi
Pada usia 6 bulan sejak kelahirannya, sebaiknya Anda jangan terlalu sering menggendong si kecil.

v Demam
Pada bayi usia 6 minggu, Anda tidak perlu khawatir bila panas badannya mencapai 37°C sejauh dia tampak aktif dan gembira. Anda tidak perlu melarikannya ke rumah sakit, cukup menelepon dokter anak Anda.





CARA MENGANGKAT, MELETAKKAN DAN MENGGENDONG BAYI BARU LAHIR
I.            Mengangkat Bayi
Melihat bayi yang lucu dan menggemaskan, ibu mana yang tidak ingin menggendongnya? Tapi si kecil terlihat belum berdaya. Tenang, dengan sedikit latihan, orangtua bisa mengangkat bayi dari tempat tidur dengan baik.
Berikut caranya :
1.     Saat bayi telentang, masukkan tangan kiri (kanan) ke kepala dan leher. Lalu barengi dengan menyisipkan tangan kanan (kiri) ke bagian pantat hingga punggungnya.
2.     Pastikan kedua tangan menyangga seluruh badan bayi, khususnya bagian leher yang masih tergolong rawan.
3.     Letakkan bayi di dekapan. Satu tangan tetap menyentuh bokong hingga punggung. Sementara tangan yang satu menyangga kepala dan leher.
4.     Usahakan posisi pantat lebih rendah dari posisi kepala .
II.            Meletakkan bayi baru lahir
Berikut langkah-langkahnya :
1.     Dekatkan bayi dengan tubuh, bungkukan badan, sementara satu tangan di bokong bayi , tangan lain menyangga punggung, leher dan kepala. Letakkan perlahan di tempat tidur.
2.     Jangan terlalu cepat menarik kedua tangan. Biarkan kedua tangan anda berada di bawah tubuh bayi untuk beberapa saat. Setelah bayi dirasa nyaman lalu tarik kedua tangan secara perlahan.




III.            Cara menggendong bayi
Inilah beberapa cara menggendong bayi disesuaikan tahapan usianya
Ø Usia 0 – 3 bulan
Ini cara menggendong yang paling lazim pada bayi baru lahir. Posisi bayi dibiarkan berbaring di lengan. Kepala dan leher berada di lipatan siku sedangkan tangan yang lain menahan punggung hingga pantat bayi.
Ø Usia 4 bulan
Satu lengan menopang kepala sebagian punggung serta leher bayi. Sedangkan tangan lain memegang pantat dan kaki. Posisi bayi setengah duduk di atas pangkuan. Badannya bersandar ke dada ibu dan pandangannya menghadap ke depan. Bayi merasakan kahangatan dari detak jantung ibunya.
Ø Usia 5 bulan ke atas
Bayi didudukkan di pinggang, dengan topangan salah satu lengan. Kedua kaki bayi melingkar di badan ibu.
Ø Usia 6 bulan
Menggendong di punggung dapat dilakukan pada bayi usia 6 bulan keatas. Di usia itu, otot bayi sudah kuat. Lehernya pun mampu menopang kepala dengan baik. Ini umumnya dilakukan dengan bantuan gendong. Menggendong dengan cara ini membuat kedua tangan ibu bebas melakukan aktifitas lain.

Menggendong bayi dari posisi telentang
Sanggalah leher & pantatnya. Sebelum menggendong dekatkan tubuh anda pada si kecil. Kemudian selipkan satu tangan (kiri) ke bawah kepala & lehernya dan tangan yang satu diletakkan di bawah pantatnya. Sambil mengangkat anda boleh membisikkan kata-kata hikmah yang bisa menenangkan sehingga si kecil merasa nyaman. Jagalah agar posisi kepala sedikit lebih tinggi dari bagian tubuh yang lain.
Menggendong Bayi dari Posisi Tengkurap
Topang leher dan perutnya dengan tangan. Selipkan tangan kanan di antara kaki untuk menopang perut dan dadanya. Selanjutnya selipkan tangan kiri Anda sehingga menopang pipi. Angkat dan balikkan bayi ke arah Anda. Angkat tubuh si kecil perlahan, sambil memutar badannya ke arah tubuh Anda. Perlahan, geser tangan yang sebelumnya menopang pipi ke arah pangkal lengannya. “Kunci”posisinya dengan mengapit lengannya dengan jari-jari di tangan kiri Anda. Jangan lupa untuk menjaga agar posisi kepalanya lebih tinggi dari bagian tubuh yang lain. Yang harus diingat, otot leher bayi baru lahir belum berkembang hingga usianya tiga bulan. Selama itu, saat menggendong Anda harus menopang lehernya.

PENTING..!!!
v JANGAN terlalu erat mendekap saat menggendong, karena bisa membuat bayi tidak nyaman. Rewel atau gelisah merupakan salah satu tanda bayi tidak nyaman dengan cara menggendong Anda. Jangan mengguncang atau mengayun-ayun bayi terlalu keras saat menggendong, karena bisa menyebabkan perdarahan di otak.










BELAJAR MENJADI IBU YANG BAIK
Hari ini aku menyadari, bahwa gelombang perasaan anakku merupakan reaksi dari gelombang perasaanku.
Beberapa hari terakhir  bersikap sensitif, emosional, nyolot... bukan hanya kepadaku tapi juga kepada kawan-kawan mainnya yaitu sepupunya. Rupanya, selain memang sedang ga enak badan karena batuk pilek, dia juga menyimpan gelombang kegelisahan karena sering kumarahi. Memang akhir-akhir ini aku sering memarahi dan mengancamnya karena makannya terlalu lama. Bahkan bukan hanya saat makan aku memarahinya tapi juga setiap kali dia bersikap 'cari perhatian berlebihan'. Berkali-kali dalam sehari aku marah lagi dan lagi...
Penyebab aku marah biasanya adalah karena aku tidak sabar meladeninya makan, mandi, BAB, juga setiap kali dia bertengkar dengan sepupunya. Aku gelisah karena Esa dan juga anak-anak lainya selalu ribut bermain di rumah ketika bayiku sedang tidur. Aku tidak merasakan kedamaian karena setiap saat selalu khawatir bayiku akan terbangun karena keberisikan, lalu aku tidak akan bisa melakukan apapun selain menggendongnya. Padahal Esa juga tiap sebentar memintaku untuk memperhatikannya. Aku terganggu oleh konstannya perasaan khawatir tidak akan bisa mengerjakan apapun dengan tenang.
Sampai tadi, karena Esa demam malam sebelumnya maka aku lebih memperhatikannya dan tidak memaksanya memakan apapun dan membiarkan dia memilih makanan apa yang diinginkannya. Sebanyak atau sesedikit apapun yang masuk ke mulutnya kubiarkan dilakukannya sendiri. Daripada dia memuntahkan lagi makanannya dan perutnya makah jadi kosong sama sekali. Si Bayi Hamzah yang tenang selama ada yang gendong, hanya dibawa pulang oleh khadimatku untuk kususui. Dan selebihnya dia diletakkan di kain ayunan di rumahnya atau rumah kakak iparku sepanjang hari tadi. Alhamdulillah Bayi Hamzah budak bageur...anak baik, tidak rewel dipegang siapapun.
Lalu apa yang terjadi pada Esa? Dia kembali menjadi anak 3 tahun yang damai. Mendapat cukup perhatian dari uminya, dan tidak dimarahi. Aku pakai metode baru bila dia tidak menuruti kataku, aku bilang aku akan marah kalau dia tidak menurut hanya saja, kali ini marahku tidak pakai urat tapi dengan diam sama sekali dan tidak bereaksi pada panggilannya. Dia akan paham kalau aku marah kemudian berusaha meluruskan sikapnya dengan patuh dan berskap manis sampai aku mau melihatnya lagi... Dia panggil "umi...umi... sambil mengelus rambutku atau tanganku, dan membatalkan niatnya untuk kabur dari tidur siang. "Esa ga jadi main umi...". Manis sekali.
Ini hanyalah sekedar sharing bagaimana menjadi ibu yang baik, informasi ini diambil dari berbagai sumber yang telah saya baca
Langkah pertama, cintai anak-anak Anda, tidak peduli apa yang mereka lakukan. Mereka menunjukkan kepada orang lain apa yang mereka diberikan, dan cinta adalah pemberian yang paling penting yang dapat Anda berikan kepada mereka! Pelukan dan ciuman wajib diisi. Memeluk mereka tidak peduli seberapa “lama” mereka mungkin berpikir . Setiap orang membutuhkan pelukan untuk bertahan hidup.
Langkah ke dua, bersabarlah ketika mereka menumpahkan susu dan mendapatkan sisa-sisa kue pada karpet baru Anda. Menghitung sampai sepuluh dan bernapas. Sering kali sulit untuk tidak berteriak. Semua ibu berteriak pada titik tertentu dan jika Anda tidak, Anda tidak boleh membaca ini! Melatih diri untuk menghitung. Mungkin tidak menyimpan air mata, tetapi akan menyimpan rasa sakit.
Langkah ke tiga, menghormati anak-anak dan mereka akan menghormati Anda. Menghargai hal-hal yang mereka lakukan untuk Anda, dan mereka akan melakukannya lebih sering. Ganjaran dan memuji pekerjaan dan tugas-tugas yang dilakukan dengan baik akan mengajari mereka yang bekerja keras, menjadi orang yang baik, dan melakukan itu semua tanpa syarat adalah kunci untuk mempertahankan hidup yang hebat.
Langkah ke empat, tunjukkan anak Anda adalah orang yang bertanggung jawab dengan bekerja, menyediakan bagi mereka dan merawat kebutuhan mereka. Hal ini akan mengajarkan mereka untuk melakukan hal yang sama bagi keluarga mereka di masa depan. Membangun rumah yang penuh kasih untuk seorang anak adalah tanggung jawab tertinggi. Menghargai saat-saat keluarga dan anak-anak Anda menunjukkan seberapa banyak Anda bersedia lakukan untuk mereka.
Langkah ke lima, memiliki tujuan untuk anak-anak Anda, keluarga Anda dan diri Anda sendiri. Libatkan keluarga dalam tujuan Anda, mengajarkan mereka untuk membuat tujuan-tujuan mereka sendiri dan menantang mereka untuk mencapainya. Sebagai contoh, jika mereka menginginkan mainan baru dan tidak dekat dengan lebaran atau ulang tahun, minta mereka melakukan beberapa pekerjaan tambahan di rumah mereka tidak biasanya lakukan untuk mendapatkan mainan. Jika putra atau putri Anda yang br pada olahraga atau sekolah mendorong mereka untuk pergi jarak dan sekitarnya. Mendukung tim, pahala keunggulan dan berpartisipasi dalam prestasi mereka.
Langkah keenam, meneruskan tradisi untuk anak-anak Anda. Beberapa keluarga memiliki tradisi hari libur, yang lain memiliki tradisi sehari-hari. Ajari anak anda tentang sejarah keluarga Anda. Masak resep keluarga tua bersama-sama, cobalah kerajinan keluarga proyek atau merencanakan pesta bersama-sama. Menjaga tradisi keluarga tetap hidup keluarga dekat.
Langkah ke tujuh, mempengaruhi anak-anak Anda untuk menjadi yang terbaik yang mereka dapatkan. Berbicara dengan mereka, mempelajari apa yang mereka inginkan dari hidup dan menjawab pertanyaan mereka. Anak-anak akan lebih suka mendengar tentang kehidupan dari orang-orang yang mereka cintai dan kepercayaan daripada dari orang asing atau teman-teman. Anak-anak Anda akan mencintai dan menghormati Anda lebih banyak untuk berbicara dengan mereka, bukan untuk mereka.
Langkah ke delapan, bersikap baiklah kepada anak-anak Anda. Mereka lahir tidak bersalah. Jauhkan mereka dengan cara itu selama mungkin. Perlakukan anak Anda dengan martabat, rasa hormat dan cinta dan mereka akan memperlakukan Anda dengan sama!




MULIANYA PERAN “IBU”
Pada anak-anak usia dini, ibu memegang peran dan tanggung jawab yang terpenting. Pada usia dini, keterikatan anak dan ibu terjalin kuat. Bahkan secara khusus Al Qur’an menyebutkan adanya bakti kepada ibu, lebih dari ayah. Inilah pn Islam yang terdalam mengenai keutamaan dan kemuliaan peran ibu pada anak-anak usia dini.
“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”. (Qs. Luqman [31]: 14)
Dari Abu Hurairah r.a, meriwayatkan bahwa seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata: "Ya, Rasulullah, siapakah dari keluargaku yang paling berhak saya perlakukan dengan baik?" Jawab beliau, "Ibumu”. Dia bertanya, “Setelah itu siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu”. Dia bertanya lagi, “Setelah itu siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu”. Dia bertanya lagi, “Setelah itu siapa?” Beliau menjawab,”Bapakmu”. (HR. Bukhari Muslim)
Penghormatan Islam yang tertinggi kepada para ibu, antara lain tergambar dalam sabda Nabi SAW:
“Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu” . (HR. Ahmad)
Jannah (surga) Bagi sang “Ibu”
Bila seorang muslimah menyadari betapa tinggi dan mulia peran ibu, niscaya ia tidak akan menukarnya dengan aktivitas-aktivitas yang hukumnya mubah. Sekiranya ia harus bekerja untuk membantu mencukupi nafkah keluarganya, maka ia akan mencari cara pelaksanaan aktivitas tersebut tanpa mengurangi keoptimalan peran keibuannya. Ia akan menjadi orang yang ingin melalui tahap demi tahap pertumbuhan anaknya diusia dini, sejak merawat kandungan, melahirkan, menyusui, mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Islam memberikan balasan atas aktivitas-aktivitas tersebut setara dengan pahala pejuang fisabilillah digaris depan medan pertempuran. Sementara ganjaran syahid adalah syurga. Siapa yang tak inginkan hal ini?
Rasulullah bersabda:
“Wanita yang sedang hamil dan menyusui sampai habis masa menyusuinya seperti pejuang digaris depan fisabilillah. Dan jika ia meninggal diantara waktu tersebut, maka sesungguhnya baginya adalah mati syahid”. (HR. Thabrani)
Sungguh, motivasi meraih kemuliaan inilah yang mendorong para ibu untuk mencurahkan kesungguhannya menjalankan peranannya. Itulah sebabnya, tidak ada yang bisa menggantikan nilai strategis peran ibu dalam pendidikan anak usia dini. Ibu adalah pendidik anak yang pertama dan utama. Ibu adalah figur terdekat bagi anak. Kasih sayang sang ibu menjadi jaminan awal bagi tumbuh kembang anak secara baik dan aman. Para pakar berpendapat bahwa kedekatan fisik dan emosional merupakan aspek penting keberhasilan pendidikan.
Kita tentunya mendambakan lahirnya generasi-generasi unggulan berkualitas pemimpin. Sudah saatnya harapan ini ditanamkan pada anak sejak usia dini. Ibulah harapan utama dalam mencetak generasi dambaan ini.
Jika sebagian ibu masih mengmpingkan peranan “ibu” ini, bahkan melalaikan dengan berbagai alasan yang tidak dibenarkan dalam Islam, maka masihkah layak dikatakan syurga ditelapak kakinya? Wallahua’lam bisshowab.
 “Umiiii….abi kerja lagii sekalii” (red: Abi kok kerja terus sih) dengan penuh penekanan anak pertamaku mengatakan itu padaku saat aku pakaikan baju kedia setelah memandikannya. Umur jagoan kecilku ini memang masih belum 3 tahun, tapi bagiku dia sudah memahami banyak hal tentang kehidupan orang-orang sekelilingnya. Memang kata-kata yang dia keluarkan kadang hanya aku yang mengerti bahkan kalau aku tidak mendengarkannya dari awal, aku hanya bisa bengong dengan ucapan-ucapan yang dia kelurkan, karena tatabahasa yang tidak bagus dan kadang-kadang bercampur dengan bahasa Inggris (yang pengucapannyapun tidak begitu jelas). Mendengar jundiku berbicara seperti itu, aku jadi terharu, dan kemudian aku peluk dia dan berkata “Abi kerja, kan untuk kita semua, Alhamdulillah masih punya umi di rumah kan?”. Entah dia mengerti atau tidak, yang pasti dia sudah tertawa dan melupakan ketidak hadiran abinya dirumah saat itu.
Kalau kita amati anak-anak, mereka senang sekali kalau orang-orang yang mereka cintai selalu ada didekat mereka. Mereka akan kesepian ketika kita tinggalkan. Jangankan untuk kita tinggalkan secara fisik, kita berada disamping mereka saja tapi kita mengerjakan hal yang lain, anak-anak sudah merasa tidak senang, dan mulai mencari-mencari perhatian kita dengan berbagai cara, salah satunya yang sering dilakukan anakku adalah merebut mainan dari adeknya. Saat itupun aku membayangkan diriku sebagaimana anak kecil, aku tidak bisa bayangin kalau aku diasuh oleh orang yang tidak aku kenal. Bagaimana perasaan anak-anak yang pengasuhan dan perawatan mereka ada ditangan baby sitter?
Disini saya ambil judul ibu yang “ibu”, karena sering kali sebagian br muslimah yang sudah menjadi ibu tapi tidak mengerti dan bahkan tidak melakukan perannya sebagai seorang “ibu”. Banyak sekali para ibu karena tidak menginginkan kehadiran anaknya didunia ini, anaknya dibuang kesungai. Banyak ibu yang karena enggan merasa capek dan menderita dalam melahirkan dan merawat anaknya, diserahkan perawatan dan pencurahan kasih sayang kepada pembantunya. Banyak para ibu yang karena takut menghambat karirnya dan merusak tubuhnya, tidak merasa perlu memberika ASI bagi anaknya. MasyaAllah….
Anak-anak itu adalah titipan Allah, dan kita harus mempertanggung jawabkannya nanti dihadapanNya.
Rasulullah SAW bersabda:
“kalian semua adalah pemimpin. Dan kalian semua akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin dirumahtangganya dan dia bertanggungjawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang wanita (ibu) adalah pemimpin dirumah suaminya dan anak-anaknya, dan dia bertanggungjawab atas apa yang dipimpinnya” (Muttafaq Alaih)
Hadits tersebut mengatur peran ayah dan ibu dalam keluarga. Ayah sebagai pemimpin keluarga dan ibu juga memiliki peran yang penting dan strategis dalam pendidikan anak dirumah.
*anakku sayang, umi akan berusaha keras untuk menjadi guru terbaik bagimu, maafkan umi jika masih banyak klahan yang umi lakukan terhadapmu. Semoga Allah menjadikan kalian anak shaleh dan generasi pilihan.
AGAR OKE MENDIDIK ANAK
ü Perlakuan atau metode pendekatan yang dipakai untuk mendidik anak-anak berbeda-beda sesuai karakteristik masing-masing anak. Bisa jadi, seorang ibu perlu 3 alternatif model pendekatan untuk tiga anaknya. Hasil konsultasi untuk salah seorang anak belum tentu cocok untuk diterapkan kepada anak lain.

ü Anak-anak berubah dan berkembang secara bertahap. Perkembangan yang terjadi pada masing-masing anak tidak sama sehingga diperlukan kbaran. Bukan sebuah tindakan yang bijaksana jika kita membanding-bandingkan kemampuan anak dengan kemampuan anak lain.

ü Ibu selalu berusaha untuk memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan. Menurut penelitian, ibu yang berpendidikan tinggi cenderung bersifat lebih terbuka terhadap hal-hal baru karena lebih sering membaca dan menambah pengetahuannya. Hal ini berbeda dengan ibu yang berpendidikan rendah dengan pengetahuan dan pengertian yang terbatas mengenai kebutuhan dan perkembangan anak sehingga kurang menunjukkan pengertian dan cenderung mendominasi anak. Maka tak heran jika keluhan ibu kuno, kolot, kuper dan yang sejenisnya sering terlontar.