Kamis, Maret 05, 2009

renung

pada malam kuberharap bintang jatuh

agar kupeluk dalam kerinduan, kusimpan dalam keresahan

yang dulu hijau kini memerah, yang dulu biru kini menghitam

yang dulu putih kini jadi gelap pekat, pada benak putra bangsa

yang mengaku negarawan, yang merasa budayawan

yang mengklaim nigrat dan bangsawan

semua hanya lipstik belaka

buktinya

bumiku tetaplah membara

ketandusan menjalar-jalar, kemiskinan bagai penyakit yang menular

darah mengalir atas luka moyangku

keringat mengucur dari pori-pori anak tanah ini

setiap waktu mengaduh, setiap waktu pula mengeluh

pada dosa yang basi, pada noda yang mengerak

apa yang bisa kuperbuat, apa yang kan didapat

pada bumiku yang terus menangis

bersujud, berharap semua menjadi ringan



sabarlah wahai bumiku

sebentar lagi tangismu pasti berhenti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kami akan hapus komentar bernada spam