pada malam kuberharap bintang jatuh
agar kupeluk dalam kerinduan, kusimpan dalam keresahan
yang dulu hijau kini memerah, yang dulu biru kini menghitam
yang dulu putih kini jadi gelap pekat, pada benak putra bangsa
yang mengaku negarawan, yang merasa budayawan
yang mengklaim nigrat dan bangsawan
semua hanya lipstik belaka
buktinya
bumiku tetaplah membara
ketandusan menjalar-jalar, kemiskinan bagai penyakit yang menular
darah mengalir atas luka moyangku
keringat mengucur dari pori-pori anak tanah ini
setiap waktu mengaduh, setiap waktu pula mengeluh
pada dosa yang basi, pada noda yang mengerak
apa yang bisa kuperbuat, apa yang kan didapat
pada bumiku yang terus menangis
bersujud, berharap semua menjadi ringan
sabarlah wahai bumiku
sebentar lagi tangismu pasti berhenti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
kami akan hapus komentar bernada spam