Dahulu kala disebuah kampung bernama NADRI hiduplah sepasang suami istri yang hidup bersama dua orang anaknya, yang pertama seorang anak laki-laki dan yang kedua adalah anak perempuan. Pada tahun 1980 atau tepatnya 16 juni 1980 mereka mempunyai anak ketiga seorang anak laki-laki yang manis imutz dan tentunya sehat. Beapa bahagianya mereka, meski dengan kehidupan yang serba pas-pasan mereka menyambut kehadiran anaknya dengan suka cita.
Anak tersebut tumbuh dari hari kehari tahun ketahun sebagaimana anak-anak pada umumnya, pada tahun 1986, ketika anak tersebut berusia 6 tahun, masuklah dia disebuah sekolah dasar dikampung tersebut, mereka menyebut dengan SD N Semawung.
Selama 6 tahun dari kelas satu sampai kelas enam (1986-1992) dia menamatkan pendidikan dasarnya kemudian melanjutkan di sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) negeri didesa tersebut tepatnya di SLTP N BAGELEN sekarang SMP N 17 Purworejo.
Selama tiga tahun (1992-1995) menyelesaikan pendidikannya di sekolah tersebut lalu dia melanjutkan disebuah pendidikan nonformal yaitu disebua pendidikan islam (pondok pesantren darut tauhid) selama 6 tahun (1995-2001).
setelah keluar dari pesantren lalu dia merantau kesemarang sampai sekarang.Anak tersebut tumbuh dari hari kehari tahun ketahun sebagaimana anak-anak pada umumnya, pada tahun 1986, ketika anak tersebut berusia 6 tahun, masuklah dia disebuah sekolah dasar dikampung tersebut, mereka menyebut dengan SD N Semawung.
Selama 6 tahun dari kelas satu sampai kelas enam (1986-1992) dia menamatkan pendidikan dasarnya kemudian melanjutkan di sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) negeri didesa tersebut tepatnya di SLTP N BAGELEN sekarang SMP N 17 Purworejo.
Selama tiga tahun (1992-1995) menyelesaikan pendidikannya di sekolah tersebut lalu dia melanjutkan disebuah pendidikan nonformal yaitu disebua pendidikan islam (pondok pesantren darut tauhid) selama 6 tahun (1995-2001).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
kami akan hapus komentar bernada spam